Selasa, 13 Januari 2009

Islam Memandang Hubungan Sesama Jenis

ISLAM MEMANDANG HUBUNGAN SESAMA JENIS

Oleh : Muhamad Ridwan (Mahasiswa UIN Jakarta FITK-PBA)


  1. Pengertian Hubungan Sesama Jenis

        1. Pengertian Homoseksual ( Liwaath )

Homoseksual adalah hubungan seksual antara orang yang sejenis kelaminnya, baik sesama pria atau sesama wanita. Namun istilah homoseks ini digunakan untuk pria. Homoseks merupakan penyimpanan dari fitrah manusia karena secara fitrah manusia cenderung untuk melakukan hubungan biologissecara heteroseks. Dibawah ini akan dikemukakan pendapat beberapa ahli mengenai homoseksual :

          1. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono mengatakan : “ Homoseksualitas adalah hubungan seks antara dua orang yang sama jenis kelaminnya.”

          2. Dr. Ali Akbar mengamukakan bahwa yang dimaksud dengan homoseksual adalah mencari kepuasan seksual dengan jenis yang sama, baik secara rangsang-merangsang maupun tindakan yang menyerupai senggama.

          3. Dr. Eustace Chesser berpendapat bahwa homoseksual adalah cinta di antara orang dari kelamin yang sama.


        1. Pengertian Lesbian ( As-Sahaaq)

Istilah lesbian diperuntukkan bagi panggilan wanita-wanita yang melakukan hubungan seksual sesamanya. Lesbian merupakan salah satu kebalikan dari homoseks, artinya para wanita lesbian ini cenderung untuk mencintai sejenisnya dan ia akan mendapatkan kepuasan seks bila dilakukan dengan wanita, bukan dengan laki-laki.


  1. Sebab-Sebab Terjadi Hubungan Sesama Jenis

Mengenai sebab-sebab terjadi homoseksual/lesbian, para seksuologi berbeda pendapat. Ada yang mengatakan karena pembawaan dan ada pula yang berpendapat karena faktor-faktor psikis. Di bawah ini dikemukakan beberapa penyebab mengapa seseorang menjalani hubungan sesama jenis :

          1. Moerthiko berpendapat bahwa homoseksual itu terjadi karena pengalaman-pengalaman di masa lampwu tentang seks yangmembekas pada pikiran bawah sadarnya.

          2. Ann Landers mengatakan bahwa homoseksual/lesbian dapat terjadi karena salah asuh di masa kecilnya atau perlakuan orang tua yang salah.

          3. Tidak pernahnya seorang laki-laki memperhatikan lawan jenisnya. Hal ini kadang-kadang menyebabkan ketidakmampuan untuk melakukan koiyus dengan lawan jenisnya.

          4. Zakiah Darajat mengatakan bahwa homoseksual/lesbian itu terjadikarena pengaruh lingkungan, seperti terjadi pada orang-orang yang hidup terpisah, yang jauh dari lawan jenis, mungkin disebabkan karena tugas, adat kebiasaan, atau peraturan yang sangat keras, yang tidak memberikan kesempatan untuk berkenalan dengan lawan jenis.

          5. Dr. Cario mengenukakan bahwa menurutnya homoseksual/lesbian adalah suatu gejala kekacauan syaraf, yang berasal karena ada hubungan dengan orang-ornag yang berpenyakit syaraf.

          6. Peran orang tua yang tidak proposional. Tokoh ayah terlalu dominan dan ibu pasif atau sebaliknya ibu terlalu dominan dan ayah pasif, umumnya dianggap para ahli sebagai penyebab terjadinya homoseksual.

          7. Pribadi yang lemah


  1. Pengaruh Homoseks/Lesbian Terhadap Jiwa

Perbuatan homoseks yang merupakan penyimpangan biologis pada menusia ini tentu dapat menyebabkan kerusakan pada jiwa manusia, karena nafsu seksual adalah suatu pemberian dari Allah sebagai kelengkapan dan kesempurnaan hidup manusia. Maka, bila menyimpang dari Sunatullah ini, akan menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan jiwa dan akhlak. Pengaruh tersebut antara lain :

  1. Kegoncangan batin. Orang yang melakukan homoseks akan menglami kegoncangan dalam dirinya, karena ia merasakan ada kelainan perasaan terhadap dirinya. Dalam perasaannya ia merasa sebagai wanita, sementara organ tubuhnya adalah laki-laki, sehingga ia lebih simpati terhadap orang yang sejenis dengan dirinya dalam penyaluran seksualnya.

  2. Depresi Mental, yang mengakibatkan ia lebih suka menyendiri dan tersinggung, sehingga ia tidak dapat merasakan kebahagiaan hidup.

  3. Pengaruhnya terhadap akhlak sangat berbahaya, karena ia tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

  4. Karena ada kegoncangan batin, perasaan kecemasan dan sebagainya, maka terhadap daya pikir akan menimbulkan suatu sindrom atau himpunan gejala-gejala penyakit mental yang disebut herastenia.


Menurut Dr. Muhammad Rashfi dalam ktabnya al-Islam wa al-Tib mengatakan bahwa Islam melarang keras homoseks yang mempunyai dampak negatif terhadap kehidupan pribadi dan masyarakat, antara lain :

  1. Seorang homo tidak mempunyai keinginan terhadap wanita. Jika mereka melangsungkan perkawinan maka isterinya tidak akan mendapatkan kepuasan biologis, karena nafsu birahi suaminya telah tertumpahkan ketika melangsungkan homoseks terhadap pria dan akibatnya suami isteri menjadi renggang tidak tumbuh cinta dan kasih sayang.

  2. Perasaan cinta sesama jenis membawa kelainan jiwa yang menimbulkan suatu sikap dan perilaku yang ganjil, karena seorang homo kadang-kadang berperilaku sebagai laki-laki dan wanita.

  3. Mengakibatkan rusak syaraf otak, melemahkan akal dan menghilangkan semangat kerja.

  4. Terjangkit berbagai penyakit.


  1. Hukum dan Pendapat Ulama Tentang Homoseks/Lesbian

Syariat Islam memandang bahwa perbuatan homoseks/lesbian itu haram, dan para ulama juga telah sepakat tentang keharamannya.

Pada empat belas abad yang lalu, al-Quran telah memperingatkan manusia, supaya tidak mengulangi peristiwa kaum Nabi Luth. Allah berfirman :

82. Maka tatkala datang azab kami, kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

83. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.1

1yakni orang-orang zalim itu Karena kezalimannya, mereka pasti mendapat siksa yang demikian. Adapula sebagian mufassir mengartikan bahwa negeri kaum Luth yang dibinasakan itu tidak jauh dari negeri Mekah.


Para Ulama Fiqh sepakat mengharamkan lesbian ini berdasarkan Hadits Nabi :

Janganlah Pria melihat aurat pria dan janganlah wanita melihat aurat wanita lain dan janganlah pria bersentuh dengan pria lain di bawah sehelai kain dan janganlah wanita dengan wanita lain di bawah sehelai kain.” ( HR. Abu Daud, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi ).


Namun, Para Ulama Fiqh berbeda pendapat tentang hukuman bagi orang yang menjalani hubungan sesama jenis :

        1. Imam Syafi’i berpendapat bahwa pasangan sesama jenis dihukum mati berdasarkan hadits Nabi, riwayat khamsah dari Ibnu Abbas :

من وجد تموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل و المفعول به ( رواه الخمسة )

Barangsiapa menjumpai orang yang berbuat homoseks seperti praktek kaum Luth, maka bunuhlah si pelaku dan yang diperlakukannya ( pasangannya ).

        1. Pendapat al-Auza’i, Abu Yusuf, dan lain-lain, hukumannya disamakan dengan hukuman zina, yakni hukuman dera dan pengasingan untuk yang belum menikah, dan dirajam untuk pelaku yang sudah menikah, berdasarkan hadits Nabi :

إذا أتى الرجل الرجل فهما زانيان

Apabila seorang Pria melakukan hubungan seks dengan pria lain, maka kedua-duanya adalah berbuat zina.”

        1. Abu Hanifah berpendapat bahwa pelaku homoseks dihukum ta’zir, sejenis hukuman yang bertujuan edukatif, dan berat ringan hukuman itu diserahkan kepada pengadilan ( Hakim ).

        2. Menurut Sayyid Sabiq, bahwa lebian di hukum ta’zir. Jadi hukuman terhadap lesbina lebih ringan bila dibandingkan dengan hukuman homoseksual. Hal ini disebabkan karena lesbian melakukan hubungan seks dengan cara menggesekkan saja, berbeda dengan homoseks.

Waallahu’alam bi shawab…

1 komentar: